Posted by: trihatmaja | October 23, 2009

Buat Masku Tersayang

Mas, met ultah ya.. ^^,.. moga panjang umur, banyak rejeki, dan sukses selalu..

Always love you
=your brother=

Posted by: trihatmaja | October 23, 2009

Bermain registry dengan menggunakan C#

Bahasa Pemrograman yang akhir-akhir ini menyiksa gw. Hell yeah!!! Sumpah ga ngeerti ma bahasa yang satu ini. Berbeda ma bahasa keluaran Microsoft sebelumnya.

Kebanyakan orang bilang kalau bahasa C#(bacanya si sharp) tu mirip banget ma java. Hell, gw ga pernah pegang atau maenan ma java, paling banter juga C++ (si plus plus). Bahkan microsoft membuat jre-nya sendiri untuk bahasa mereka sendiri, yaitu .Net (bacanya dot net). Yap, selama ada .Net, maka program yang kita buat dapat berjalan, baik itu merupakan aplikasi mobile, enterprise, ataupun aplikasi berbasis browser(web-based).

Hal yang gw baru tau, bahwa di C# sudah tidak mendukung lagi konsep pointer. Konsep pointer merupakan pengalokasian memori secara manual. Ntah gw ga tau lagi apa ni bahasa masih bisa dipake buat maenan mikro. Dan sekali lagi, ini sangat JAVA Banget!!!! Apakah Microsoft mencuri ide2 dari kalangan Open Source?? Don’t ask me. I don’t know.

Beberapa part yang gw pelajarin di C# adalah masalah registry, khususnya untuk aplikasi windows based. Registry merupakan salah satu bentuk memori yang biasanya menyimpan setting-setting dan informasi tentang software ataupun hardware dari suatu komputer.

Dalam C#, bermain registry merupakan hal yang cukup mudah, not really that simple actually. Yang penting adalah memahami beberapa langkah, misalnya mengakses registry, ngedit registry termasuk create value, create subkey, dan ngedit value serta subkey nya.

Konsep pertama yang harus diketahui adalah tentang registry itu sendiri. Sebaiknya sembari baca ini, buka juga windows registry editornya.

Dalam windows registry ada beberapa hives, seperti HKCR, HKCU, HKLM, HKU, HKCC, HKDD, dan HKPD. Yang bisa kita lihat di windows registry editor adalah HKCR, HKCU, HKLM, HKU, HKCC. Biasanya, jika kita menginstall suatu software, registry-nya tersimpan di HKCU//software//[nama pembuat atau software] atau di HKLM//SOFTWARE//[nama pembuat/software]. Jadi, ketika membuat setup dari software yang dibuat, lebih baik create registry key nya di tempat yang umum seperti contoh itu, tapi boleh beda si terserah softwarenya juga.

Dalam registry terdapat 2 hal, key dan value. Key dapat berlaku seperti folder yang memiliki nilai dan subkey secara analogi. Sedangkan value merupakan isi dari key tadi. Sehingga dapat dianalogikan key sebagai variabel dan value adalah nilainya.

Konsep kedua adalah pada C#-nya. Untuk mengakses class-class/menggunakan tool untuk memanipulasi registry, diperlukan sebuah namespace, yaitu namespace Microsoft.Win32.

using Microsoft.Win32;

untuk mengakses registry, biasanya menggunakan metode seperti ini: (misal registry yang diakses di HKCU//software//tes)

RegistryKey regkey = Registry.CurrentUser;

regkey = regkey.OpenSubKey(“software//tes”);

atau bisa juga menggunakan seperti ini:

RegistryKey regkey = Registry.CurrentUser.Opensubkey(“software//tes”);

dan jangan lupa memberikan sebuah eksepsi:

if (regkey == null)

{

Console.Writeln(“Registry yang dicari ga ada”);

return;

}

Untuk mengambil value beserta key-nya, maka bisa menggunakan metode sebagai berikut: (mengikuti bentuk metode yang pertama)

string[] valname = regkey.GetValueNames();

int i = 0;//int i = nol;

foreach (string s in valname)

{

string val = (string) regkey.GetValue(valname[i++]);

Console.Writeline(s + “terdapat nilai” + val);

}

Untuk mencegah terjadinya memory flush yang ga sengaja dilakukan saat selesai mengkases registry, maka sebaiknya ditutup dengan fungsi:

regkey.close();

Untuk membuat subkey baru, maka digunakan fungsi

regkey.CreateSubKey(“software//[SubkeyYangDiinginkan]//[SubkeyYangDiinginkan]“);

Untuk mengeset value nya, maka digunakan fungsi

regkey.SetValue(“[NamaValue]“, “[value]“);

Berikut ini contoh program mungkin untuk dapat lebih membantu. Happy Coding!!

Reference:

http://www.aspfree.com/c/a/C-Sharp/Working-with-Windows-Registry-in-C/

http://www.csharphelp.com/archives2/archive430.html

Posted by: trihatmaja | July 8, 2009

Ajari aku mencintai

aku cuman ingin mencintai. cinta yang sejati. cinta yang menenangkan. cinta yang membuat duniaku indah. cinta yang bisa mengurangi kegalauan hatiku. cinta yang selalu menghangatkan hati, menyejukkan jiwa, membuat diriku semangat menjalani hari-hariku.

cinta yang sekedarnya, tidak berlebihan. cinta yang sederhana, kecil tapi cukup manis tuk kurasakan. cinta yang ga neko-neko.

dimana, bagaimana, dengan apa, aku bisa mendapatkan kriteria cinta itu.. Ya Rabb, aku hanya ingin kemudahan menjalani hidup yang Kau berikan dengan cinta yang sederhana..

duduk di jendela, memandangi langit, menikmati hangat sinar purnama.. tapi hati ini kosong seolah tidak ada yang memperdulikanku..

Posted by: trihatmaja | February 24, 2009

Sedih rasanya

Sedih rasanya ketika harus mengakhiri hubungan pacaran ini. Ketika cinta telah tertaut, saling mengerti, pengorbanan, saling mengalah, rasa sayang, dan kesetiaan. Rasanya ga mungkin lagi aku menemukan keadaan yang seperti itu lagi. Ketika dijalani, semua itu sangat indah.

Tetapi ada kalanya bahwa semua ga berjalan seperti yang kita kehendaki. Bagaimanapun juga kehendakNya adalah mutlak. Nasib memang bisa diubah ketika kita berusaha, tetapi usaha memiliki banyak faktor yang mempengaruhi.

Aku memang mencintai lebih daripada orang yang mencintai aku. Tetapi cintaku ada batasnya, batasan itu adalah cintaku terhadap mama. Kenapa cintaku kepada mama sangat besar. Sebab ketika papa meninggal, aku merasa aku belum bisa membuat papaku tersenyum. Aku belum sempat mengatakan, “Papa, noy sayang ma papa..”. Sejak saat itu, aku berjanji pada diriku sendiri untuk membahagiakan mama, satu-satunya orang tua yang aku miliki sekarang.

Aku sedikit heran, mengapa orang-orang bisa mengacuhkan omongan orang tua hanya untuk egonya saja. Seolah dunia ini ada di genggaman dia dan semua yang akan terjadi sesuai dengan perkiraan dia. Pernahkah berpikir untuk mempersiapkan kemungkinan yang terburuk yang bakal terjadi?

Posted by: trihatmaja | February 3, 2009

Perempuan yang dicintai suamiku

Dikutip dari tulisan dr. Bote.

Kehidupan pernikahan kami awalnya baik2 saja menurutku. Meskipun menjelang pernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah Mario tampak baik dan lebih menuruti apa mauku.

Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah dia cenderung diam dan pergi kekantornya bekerja sampai subuh, baru pulang kerumah, mandi, kemudian mengantar anak kami sekolah. Tidurnya sangat sedikit, makannya pun sedikit. Aku pikir dia workaholic.

Dia menciumku maksimal 2x sehari, pagi menjelang kerja, dan saat dia pulang kerja, itupun kalau aku masih bangun. Karena waktu pacaran dia tidak pernah romantis, aku pikir, memang dia tidak romantis, dan tidak memerlukan hal2 seperti itu sebagai ungkapan sayang.

Kami jarang ngobrol sampai malam, kami jarang pergi nonton berdua, bahkan makan berdua diluarpun hampir tidak pernah. Kalau kami makan di meja makan berdua, kami asyik sendiri dengan sendok garpu kami, bukan obrolan yang terdengar, hanya denting piring yang beradu dengan sendok garpu.

Kalau hari libur, dia lebih sering hanya tiduran dikamar, atau main dengan anak2 kami, dia jarang sekali tertawa lepas. Karena dia sangat pendiam, aku menyangka dia memang tidak suka tertawa lepas.

Aku mengira rumah tangga kami baik2 saja selama 8 tahun pernikahan kami. Sampai suatu ketika, disuatu hari yang terik, saat itu suamiku tergolek sakit dirumah sakit, karena jarang makan, dan sering jajan di kantornya, dibanding makan dirumah, dia kena typhoid, dan harus dirawat di RS, karena sampai terjadi perforasi di ususnya. Pada saat dia masih di ICU, seorang perempuan datang menjenguknya. Dia memperkenalkan diri, bernama meisha, temannya Mario saat dulu kuliah.

Meisha tidak secantik aku, dia begitu sederhana, tapi aku tidak pernah melihat mata yang begitu cantik seperti yang dia miliki. Matanya bersinar indah, penuh kehangatan dan penuh cinta, ketika dia berbicara, seakan2 waktu berhenti berputar dan terpana dengan kalimat2nya yang ringan dan penuh pesona. Setiap orang, laki2 maupun perempuan bahkan mungkin serangga yang lewat, akan jatuh cinta begitu mendengar dia bercerita.

Meisha tidak pernah kenal dekat dengan Mario selama mereka kuliah dulu, Meisha bercerita Mario sangat pendiam, sehingga jarang punya teman yang akrab. 5 bulan lalu mereka bertemu, karena ada pekerjaan kantor mereka yang mempertemukan mereka. Meisha yang bekerja di advertising akhirnya bertemu dengan Mario yang sedang membuat iklan untuk perusahaan tempatnya bekerja.

Aku mulai mengingat2 5 bulan lalu ada perubahan yang cukup drastis pada Mario, setiap mau pergi kerja, dia tersenyum manis padaku, dan dalam sehari bisa menciumku lebih dari 3x. Dia membelikan aku parfum baru, dan mulai sering tertawa lepas. Tapi disaat lain, dia sering termenung didepan komputernya. Atau termenung memegang Hp-nya. Kalau aku tanya, dia bilang, ada pekerjaan yang membingungkan.

Suatu saat Meisha pernah datang pada saat Mario sakit dan masih dirawat di RS. Aku sedang memegang sepiring nasi beserta lauknya dengan wajah kesal, karena Mario tidak juga mau aku suapi. Meisha masuk kamar, dan menyapa dengan suara riangnya, ” Hai Rima, kenapa dengan anak sulungmu yang nomor satu ini ? tidak mau makan juga? uhh… dasar anak nakal, sini piringnya, ” lalu dia terus mengajak Mario bercerita sambil menyuapi Mario, tiba2 saja sepiring nasi itu sudah habis ditangannya. Dan….aku tidak pernah melihat tatapan penuh cinta yang terpancar dari mata suamiku, seperti siang itu, tidak pernah seumur hidupku yang aku lalui bersamanya, tidak pernah sedetikpun!

Hatiku terasa sakit, lebih sakit dari ketika dia membalikkan tubuhnya membelakangi aku saat aku memeluknya dan berharap dia mencumbuku. Lebih sakit dari rasa sakit setelah operasi caesar ketika aku melahirkan anaknya. Lebih sakit dari rasa sakit, ketika dia tidak mau memakan masakan yang aku buat dengan susah payah. Lebih sakit daripada sakit ketika dia tidak pulang kerumah saat ulang tahun perkawinan kami kemarin. Lebih sakit dari rasa sakit ketika dia lebih suka mencumbu komputernya dibanding aku.

Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat perempuan itu. Meisha begitu manis, dia bisa hadir tiba2, membawakan donat buat anak2, dan membawakan ekrol kesukaanku. Dia mengajakku jalan2, kadang mengajakku nonton. kali lain, dia datang bersama suami dan ke-2 anaknya yang lucu2.

Aku tidak pernah bertanya, apakah suamiku mencintai perempuan berhati bidadari itu? karena tanpa bertanya pun aku sudah tahu, apa yang bergejolak dihatinya.

Suatu sore, mendung begitu menyelimuti jakarta, aku tidak pernah menyangka, hatikupun akan mendung, bahkan gerimis kemudian.

Anak sulungku, seorang anak perempuan cantik berusia 7 tahun, rambutnya keriting ikal dan cerdasnya sama seperti ayahnya. Dia berhasil membuka password email Papa nya, dan memanggilku, ” Mama, mau lihat surat papa buat tante Meisha ?”

Aku tertegun memandangnya, dan membaca surat elektronik itu,

Dear Meisha,

Kehadiranmu bagai beribu bintang gemerlap yang mengisi seluruh relung hatiku, aku tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini, bahkan pada Rima. Aku mencintai Rima karena kondisi yang mengharuskan aku mencintainya, karena dia ibu dari anak2ku.

Ketika aku menikahinya, aku tetap tidak tahu apakah aku sungguh2 mencintainya. Tidak ada perasaan bergetar seperti ketika aku memandangmu, tidak ada perasaan rindu yang tidak pernah padam ketika aku tidak menjumpainya. Aku hanya tidak ingin menyakiti perasaannya. Ketika konflik2 terjadi saat kami pacaran dulu, aku sebenarnya kecewa, tapi aku tidak sanggup mengatakan padanya bahwa dia bukanlah perempuan yang aku cari untuk mengisi kekosongan hatiku. Hatiku tetap terasa hampa, meskipun aku menikahinya.

Aku tidak tahu, bagaimana caranya menumbuhkan cinta untuknya, seperti ketika cinta untukmu tumbuh secara alami, seperti pohon2 beringin yang tumbuh kokoh tanpa pernah mendapat siraman dari pemiliknya. Seperti pepohonan di hutan2 belantara yang tidak pernah minta disirami, namun tumbuh dengan lebat secara alami. Itu yang aku rasakan.

Aku tidak akan pernah bisa memilikimu, karena kau sudah menjadi milik orang lain dan aku adalah laki2 yang sangat memegang komitmen pernikahan kami. Meskipun hatiku terasa hampa, itu tidaklah mengapa, asal aku bisa melihat Rima bahagia dan tertawa, dia bisa mendapatkan segala yang dia inginkan selama aku mampu. Dia boleh mendapatkan seluruh hartaku dan tubuhku, tapi tidak jiwaku dan cintaku, yang hanya aku berikan untukmu. Meskipun ada tembok yang menghalangi kita, aku hanya berharap bahwa engkau mengerti, you are the only one in my heart.

yours,

Mario

Mataku terasa panas. Jelita, anak sulungku memelukku erat. Meskipun baru berusia 7 tahun, dia adalah malaikat jelitaku yang sangat mengerti dan menyayangiku.

Suamiku tidak pernah mencintaiku. Dia tidak pernah bahagia bersamaku. Dia mencintai perempuan lain.

Aku mengumpulkan kekuatanku. Sejak itu, aku menulis surat hampir setiap hari untuk suamiku. Surat itu aku simpan diamplop, dan aku letakkan di lemari bajuku, tidak pernah aku berikan untuknya.

Mobil yang dia berikan untukku aku kembalikan padanya. Aku mengumpulkan tabunganku yang kusimpan dari sisa2 uang belanja, lalu aku belikan motor untuk mengantar dan menjemput anak2ku. Mario merasa heran, karena aku tidak pernah lagi bermanja dan minta dibelikan bermacam2 merek tas dan baju. Aku terpuruk dalam kehancuranku. Aku dulu memintanya menikahiku karena aku malu terlalu lama pacaran, sedangkan teman2ku sudah menikah semua. Ternyata dia memang tidak pernah menginginkan aku menjadi istrinya.

Betapa tidak berharganya aku. Tidakkah dia tahu, bahwa aku juga seorang perempuan yang berhak mendapatkan kasih sayang dari suaminya ? Kenapa dia tidak mengatakan saja, bahwa dia tidak mencintai aku dan tidak menginginkan aku ? itu lebih aku hargai daripada dia cuma diam dan mengangguk dan melamarku lalu menikahiku. Betapa malangnya nasibku.

Mario terus menerus sakit2an, dan aku tetap merawatnya dengan setia. Biarlah dia mencintai perempuan itu terus didalam hatinya. Dengan pura2 tidak tahu, aku sudah membuatnya bahagia dengan mencintai perempuan itu. Kebahagiaan Mario adalah kebahagiaanku juga, karena aku akan selalu mencintainya.

**********

Setahun kemudian…

Meisha membuka amplop surat2 itu dengan air mata berlinang. Tanah pemakaman itu masih basah merah dan masih dipenuhi bunga.

” Mario, suamiku….

Aku tidak pernah menyangka pertemuan kita saat aku pertama kali bekerja dikantormu, akan membawaku pada cinta sejatiku. Aku begitu terpesona padamu yang pendiam dan tampak dingin. Betapa senangnya aku ketika aku tidak bertepuk sebelah tangan. Aku mencintaimu, dan begitu posesif ingin memilikimu seutuhnya. Aku sering marah, ketika kamu asyik bekerja, dan tidak memperdulikan aku. Aku merasa diatas angin, ketika kamu hanya diam dan menuruti keinginanku… Aku pikir, aku si puteri cantik yang diinginkan banyak pria, telah memenuhi ruang hatimu dan kamu terlalu mencintaiku sehingga mau melakukan apa saja untukku…..

Ternyata aku keliru…. aku menyadarinya tepat sehari setelah pernikahan kita. Ketika aku membanting hadiah jam tangan dari seorang teman kantor dulu yang aku tahu sebenarnya menyukai Mario.

Aku melihat matamu begitu terluka, ketika berkata, ” kenapa, Rima ? Kenapa kamu mesti cemburu ? dia sudah menikah, dan aku sudah memilihmu menjadi istriku ?”

Aku tidak perduli,dan berlalu dari hadapanmu dengan sombongnya.

Sekarang aku menyesal, memintamu melamarku. Engkau tidak pernah bahagia bersamaku. Aku adalah hal terburuk dalam kehidupan cintamu. Aku bukanlah wanita yang sempurna yang engkau inginkan.

Istrimu,

Rima”

Di surat yang lain,

“………Kehadiran perempuan itu membuatmu berubah, engkau tidak lagi sedingin es. Engkau mulai terasa hangat, namun tetap saja aku tidak pernah melihat cahaya cinta dari matamu untukku, seperti aku melihat cahaya yang penuh cinta itu berpendar dari kedua bola matamu saat memandang Meisha……”

Disurat yang kesekian,

“…….Aku bersumpah, akan membuatmu jatuh cinta padaku.

Aku telah berubah, Mario. Engkau lihat kan, aku tidak lagi marah2 padamu, aku tidak lagi suka membanting2 barang dan berteriak jika emosi. Aku belajar masak, dan selalu kubuatkan masakan yang engkau sukai. Aku tidak lagi boros, dan selalau menabung. Aku tidak lagi suka bertengkar dengan ibumu. Aku selalu tersenyum menyambutmu pulang kerumah. Dan aku selalu meneleponmu, untuk menanyakan sudahkah kekasih hatiku makan siang ini? Aku merawatmu jika engkau sakit, aku tidak kesal saat engkau tidak mau aku suapi, aku menungguimu sampai tertidur disamping tempat tidurmu, dirumah sakit saat engkau dirawat, karena penyakit pencernaanmu yang selalu bermasalah…….

Meskipun belum terbit juga, sinar cinta itu dari matamu, aku akan tetap berusaha dan menantinya……..”

Meisha menghapus air mata yang terus mengalir dari kedua mata indahnya… dipeluknya Jelita yang tersedu-sedu disampingnya.

Disurat terakhir, pagi ini…

“…………..Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-9. Tahun lalu engkau tidak pulang kerumah, tapi tahun ini aku akan memaksamu pulang, karena hari ini aku akan masak, masakan yang paling enak sedunia. Kemarin aku belajar membuatnya dirumah Bude Tati, sampai kehujanan dan basah kuyup, karena waktu pulang hujannya deras sekali, dan aku hanya mengendarai motor.

Saat aku tiba dirumah kemarin malam, aku melihat sinar kekhawatiran dimatamu. Engkau memelukku, dan menyuruhku segera ganti baju supaya tidak sakit.

Tahukah engkau suamiku,

Selama hampir 15 tahun aku mengenalmu, 6 tahun kita pacaran, dan hampir 9 tahun kita menikah, baru kali ini aku melihat sinar kekhawatiran itu dari matamu, inikah tanda2 cinta mulai bersemi dihatimu ?………”

Jelita menatap Meisha, dan bercerita,

”Siang itu Mama menjemputku dengan motornya, dari jauh aku melihat keceriaan diwajah mama, dia terus melambai-lambaikan tangannya kepadaku. Aku tidak pernah melihat wajah yang sangat bersinar dari mama seperti siang itu, dia begitu cantik. Meskipun dulu sering marah2 kepadaku, tapi aku selalu menyayanginya. Mama memarkir motornya diseberang jalan, Ketika mama menyeberang jalan, tiba2 mobil itu lewat dari tikungan dengan kecepatan tinggi…… aku tidak sanggup melihatnya terlontar, Tante….. aku melihatnya masih memandangku sebelum dia tidak lagi bergerak……” Jelita memeluk Meisha dan terisak-isak. Bocah cantik ini masih terlalu kecil untuk merasakan sakit di hatinya, tapi dia sangat dewasa.

Meisha mengeluarkan selembar kertas yang dia print tadi pagi. Mario mengirimkan email lagi kemarin malam, dan tadinya aku ingin Rima membacanya.

“Dear Meisha,

Selama setahun ini aku mulai merasakan Rima berbeda, dia tidak lagi marah2 dan selalu berusaha menyenangkan hatiku. Dan tadi, dia pulang dengan tubuh basah kuyup karena kehujanan, aku sangat khawatir dan memeluknya. Tiba2 aku baru menyadari betapa beruntungnya aku memiliki dia. Hatiku mulai bergetar…. Inikah tanda2 aku mulai mencintainya ?

Aku terus berusaha mencintainya seperti yang engkau sarankan, Meisha. Dan besok aku akan memberikan surprise untuknya, aku akan membelikan mobil mungil untuknya, supaya dia tidak lagi naik motor kemana-mana. Bukan karena dia ibu dari anak2ku, tapi karena dia belahan jiwaku….”

Meisha menatap Mario yang tampak semakin ringkih, yang masih terduduk disamping nisan Rima. Diwajahnya tampak duka yang dalam. Semuanya telah terjadi, Mario. Kadang kita baru menyadari mencintai seseorang, ketika seseorang itu telah pergi meninggalkan kita.

Jakarta, 7 Januari 2009

Posted by: trihatmaja | October 25, 2008

Program Nasional, 10000 MegaWatt

Lucu juga kalo denger cerita dibalik terbentuknya program 10000 MW yang dicanangkan pemerintah beberapa waktu yang lalu. Baru denger kemaren dari dosen saya.

Beliau bercerita begini:

“Beberapa waktu lalu, adiknya Pak Jusuf Kalla, sendang ngobrol sama “Si Ed” (ga tau yang dimaksud ini siapa..). Adik Pak Jusuf Kalla tersebut tanya ke “Si Ed”, “kira-kira berapa yang dibutuhkan PLN agar kebutuhan listrik indonesia terpenuhi??.” Kemudian Si Ed ini menghitung-hitung sedikit, kemudian menjawan “10000 MW”. Nah kemudian adik Pak Jusuf Kalla ini menyampaikan ke Pak Jusuf Kalla dan kemudian tercetus dari Wakil Presiden kita dan akhirnya jadi proyek nasional”.

Kemudian beliau mengajak diskusi kelas tentang masalah ini, menyebabkan kelas ga jadi kuliah. Beliau mengajak kita untuk berpikir tentang 10000 MW tersebut. “Kira-kira yang bakal dibangun pembangkit apa??”,tanya beliau. Kompak kita menjawab “Batubara, Pak”. Kemudian beliau tertawa.

Jika kita melihat sistem kelistrikan, tidak mungkin membangun 10000MW itu dengan PLTU batubara seluruhnya. Sebab dalam sistem kelistrikan, PLTU itu hanya melayani beban dasar. Sedangkan untuk beban puncak, dibutuhkan pembangkit yang mempunyai respon time yang cepat seperti PLTG (gas) dan PLTA (air).

Kemudian masalah pencemaran yang terjadi, beliau membandingkan PLTU batubara dengan PLTN (nuklir). PLTU batubara memiliki tingkat pencemaran yang tinggi. Hasil sisa pembakaran batubara ini adalah ash (debu) dan CO2. Smua orang tahu bahwa CO2 salah satu gas penyebab global warming.

Jika kita membangun PLTN, beberapa kendala harus kita hadapi, yaitu politik bangsa tetangga, seperti Malaysia dan Singapura. Jika kita dapat membangun PLTN, maka teknologi nuklir kita akan maju, bahkan kemungkinan untuk switch ke bidang persenjataan nuklir amat sangat besar. Oleh karena itu, Amerika menghabat Iran untuk membangun teknologi nuklir meski hanya sebagai pembangkit listrik. Sebab jika Iran berhasil membangun PLTN, kemungkinan switching ke teknologi persenjataan makin besar dan bisa-bisa naruh teknologi nuklir tersebut ke selongsong peluru kendali, kemudian diluncurkan ke Israel. Hancur lah Israel itu.

Satu hal yang jelas, teknologi nuklir adalah hak segala bangsa untuk menggunakannya, khususnya untuk kepentingan warga negaranya dan demi kebaikan warga negaranya.

Posted by: trihatmaja | October 23, 2008

Dial-up internet pake modem HP (koneksi bluetooth)

Okey, dial-up dengan menggunakan modem HP sekarang makin marak, apalagi dengan adanya konektivitas yang tinggi dari HP itu. Contoh yang mudah adalah dengan menggunakan HP Sony Erricson K530i, yang sekarang sedang saya gunakan untuk nulis-nulis di blog ini.

Kebetulan provider yang saya gunakan adalah 3 (three). Provider ini punya nomor dial-up *99***9#. Mari saya tuntun anda untuk setting komputer anda, khususnya yang menggunakan windows.

1. Jika Laptop anda memiliki koneksi bluetooth dan HP anda juga memiliki koneksi yang sama, maka langkah instalasinya lebih mudah. Cukup nyalakan bluetooth laptop dan HP anda, kemudian lakukan pair, setelah itu terdapat banyak layanan yang tersedia, maka pilihlah menu dial-up networking on (nama HP).

2. Setelah itu, windows akan otomatis menginstall modem HP anda.

3. Kemudian muncul menu “Connect Bluetooth Connection”. Isilah sesuai dengan informasi berikut:
username : 3gprs (untuk pengguna three)
password : 3gprs
dial : *99***9#

4. Connect.

Beberapa kawan mengatakan bahwa untuk berbeda tipe HP maka berbeda pula nomor dial-upnya. Oleh karena itu, mungkin bisa dicoba biasanya dial-up nomor GSM adalah *99***x#. X mungkin bisa dicoba diisi antara 1-9. Bruteforce dikit lah,wkwkwk..

Beberapa provider yang telah pernah saya coba lakukan dial-up:
a) im3, username: gprs; password: im3; dial-up: *99***1#
b) 3 (three), username: 3gprs; password: 3gprs; dial-up : *99***9#

Posted by: trihatmaja | June 2, 2008

Untuk yang kesekian kalinya

Beberapa hari ini, aku jadi ga tidur mulu. Kacau banget hidupku ini. Pengen rasanya menikmati tidur yang nyenyak, senyenyaknya. Tapi kadang karena terlau enak, jadi susah untuk bangun. Kenapa ko jadi kek gini, padahal dulu hidupku lebih indah dengan tidak gampang tidur kek gini. Mungkin karena umur yang terlalu tua, jadi kalo deket-deket barang empuk langsung tidur. wkwkwk..but, it’s me.

Pengen rasanya kembali ke masa 3-4 tahun yang lalu. Waktu itu masih awal di Bandung. Gampang banget bangun pagi. Bahkan sebelum adzan subuh pun aku udah bangun, mandi, setelah adzan baru ke masjid, sholat subuh jamaah. Sekarang susahnya bangun pagi, padahal kasurnya sama, bantal gulingnya juga sama.

Mungkin dulu waktu tingkat 1, kita sering olahraga jadi gampang banget bangun pagi, fresh lagi. Sekarang olahraga aja jarang, bahkan kuliah aja pake motor. Nyari makan pake motor, nyari cemilan ke Indomaret juga pake motor. Bahkan ketika bensin sekarang 6000. Parah banget hidup gw.

Posted by: trihatmaja | June 1, 2008

Tulisan

Aduh, akhirnya ujian berakhir juga. Tinggal satu ujian lagi nih. Ujian lisan, bareng-bareng tapi. Nyantai lah. Tetep semangat dan berdoa.

Posted by: trihatmaja | May 29, 2008

Ada yang bilang anak ITB autis

Pertama kali denger tentang hal itu, gw jujur aja ketawa. Dalam hati gw bilang “ngaco nih orang..ga jelas..”. Karena kurang percaya, maka gw liat-liat blog dosen gw, Pak Armien, disitu dia curhat tentang hidup pernikahannya. Lucu sih, dan ternyata emang ada kemiripan dengan gw ketika gw punya mitra (pacar, red). Dan dia simpulkan bahwa orang ITB itu autis.

Sebenernya emang sih, gw akuin kalo gw akhir-akhir ini emang banyak banget kegiatan, kuliah, ngasistenin praktikum, ngerjain tugas yang ga keruan. Itu menyebabkan gw asik sendiri dalam dunia gw dan berasumsi bahwa orang lain itu juga sesibuk gw. Ternyata itu ga bener. Gw selalu ditangisin ma pacar gw tentang hal-hal yang sebenernya menurut gw itu ga penting. Dia selalu meragukan gw bahwa gw tu sayang ma dia. Capek gw!! Apa sih maunya??

Yah, gw ga ngerti gw harus ngapain, tapi yang jelas gw harap dia mengerti kalo gw sayang banget. Dan gw ga mau kehilangan dia. Cie, sok sinetron..hwehehe..

Older Posts »

Categories